Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sejauh mana qias berlaku

Rabu, 03 Juli 2013 | Juli 03, 2013 WIB | 0 Views Last Updated 2023-08-30T00:15:27Z


Sejauh mana qias bisa diterima dan dijadikan sebagai
landasan hukum suatu amalan dalam urusan agama ?



Jawaban
Qias merupakan landasan hukum keempat dalam beristimbath (menetapkan hukum), yaiut setelah al-qur’an, sunnah dan ijma (kesepakan ahli ilmu/ulama). Qias juga merupakan dalil syariat yang sah. Oleh karena itu qias dipandang sebagai hujjah oleh kalangan jumhur ulama, karena nash-nash wahyu sangat terbatas, sementara fenomena baru terus bermunculan tiada habisnya. Jumhur berdalil dengan firman Allah taala,









2. Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama[1463]. kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan. (al-hasyr-2)



83. dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri[322] di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri)[323]. 



kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (an-nisa-83)Nabi shallallahu alahi wassalam telah mempraktekkan qias begitu pula dengan para shahabat radhiallahu anhum setelah beliau r wafat. Setelah itu para ulama yang datang setelah mereka. Tidak ada yang menyelisihi mereka dalam hal ini kecuali penganut mazhab zhahiri dan mu’tazillah.



Sejauh mana qias berlaku [1463] Yang dimaksud dengan ahli kitab ialah orang-orang Yahudi Bani Nadhir, merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari Madinah. [322] Ialah: tokoh-tokoh sahabat dan Para cendekiawan di antara mereka.[323] Menurut mufassirin yang lain Maksudnya Ialah: kalau suatu berita tentang keamanan dan ketakutan itu disampaikan kepada Rasul dan ulil Amri, tentulah Rasul dan ulil amri yang ahli dapat menetapkan kesimpulan (istimbat) dari berita itu.



Qias memiliki syarat dan kaidah yang dijelaskan dalam kitab-kitan ushul fiqh, jika salah satu syaratnya tidak terpenuhi maka qias tersebut rusak dan bathil, inilah yang terjadi pada iblis ketika terjerumus ke dalam qias yang rusak alias tidak benar saat dia menolak bersujud kepada adam alahissalam. Qias yang diakui adalah qias yang benar yang memenuhi syarat.




Sumber: majalah qiblati edisi 11 tahun VII



donasi anda membantu eksisnya blog dakwah kami ini, kirim ke 3343-01-023572-53-6 (rek bri simpedes) atas nama atri yuanda





×
Berita Terbaru Update