Apa dampak buruk dari bertanya atau berobat ke dukun?
Jawaban
Setidaknya terdapat 3 kerugian yang akan didapati bagi orang yang bertanya atau berobat kepada dukun, seperti
1. Dosa akan semakin bertambah
Mendatangi dukun merupakan wasilah menuju kesyirikan dan kekufuran dan apabila dia mati dalam keadaan ini, maka dosanya tidak akan diampuni oleh Allah ta’alla. Karena syirik merupakan satu-satunya dosa yang tidak Allah ampuni bagi pelakunya (mati berbuat syirik) kecuali dia bertaubat sebelum roh meninggalkan jasad.dalil tentang syirik banyak terdapat dalam al-qur’an dan hadits,diantaranya surat an-nisa’ ayat:48.
Bertambahnya dosa itu dapat menyebabkan terhalangnya rezeki yang berkah dari Allah ta’ala, kesehatan juga termasuk rezeki dari Allah dan banyak lagi bentuk rezeki itu selain dalam bentuk harta. Dari Tsauban, Rasulullah shaallahu a’lahi wassalam bersabda:
إنّ الرّجل ليحرم الرّزقَ بالذُّنب يصيبه
“sesungguhnya seseorang akan ditahan rezekinya karena dosa yang ia perbuat. (shahih. Riwayat Ibnu Majah no.4158 oleh al-Albani).
2. Penyakit akan semakin bertambah/parah
Jika seseorang diganggu oleh satu jin saja maka dengan mendatangi dukun,bisa saja jin bertambah satu atau lebih atau digantikan olehnya dengan jin yang lebih kuat lagi, atau bisa saja sembuh namun dengan kesembuhan yang sifatnya semu atau sementara waktu saja. Dari Ibnu mas’ud berkata:
إن الله لم يجعل شفاءَكم فيما حرّم عليكم
“sesungguhnya Allah tidak menjadikan penyembuh untuk kalian pada sesuatu yang diharamkan atas kalian” (silsilah ash-shahihah al-Albani no.1633)
3. Diperas oleh dukun
Si dukun akan meminta bayaran yang bervariatif yang kadang kelewat mahal dan kontiniu/berkelanjutan kepada pasiennya demi kepentingan si dukun. Sesungguhnya Allah ta’ala telah menjelaskan tentang kedok dan kedudukan mereka di dalam al-qur’an seperti dalam surat al-a’raaf: 113
و جآء السّحرة فرعون قالوا إنّ لنَا لأجرًا إن كنّا نحن الغالبين
“dan beberapa ahli sihir itu datang kepada fir’aun mengatakan: ‘(apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?”